Selasa, 19 Desember 2017

Siswa Rela Tak Jajan Setahun demi Bitcoin

Siswa Rela Tak Jajan Setahun demi Bitcoin


Pro kontra bitcoin sebagai cryptocurrency (mata uang virtual) tak menyurutkan berbagai pihak untuk berinvestasi. Bahkan, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jawa Tengah pun jadi investor.
Satu di antaranya Malvin Arya Pratama Soesilo (17) siswa asal kelas XII IPS 3 SMA N 1 Tegal.
Ia rela tidak jajan selama hampir setahun demi bisa berinvestasi di Bitcoin. Hasilnya? Dalam sehari, ia pernah untung mendadak hingga Rp 2,4 juta.

"Saya mulai invest bitcoin itu dua minggu lalu pakai uang tabungan Rp 2,8 juta saat kurs 1 bitcoin = Rp 142 juta. Terus pas kurs 1 bitcoin= Rp 297 juta, nilai investasi saya jadi Rp 5,4 juta," katanya.

Ia pun hanya mengambil margin modal awal dan nilai terakhir yaitu Rp 2,4 juta. Uangnya ia masukkan tabungannya. Sisanya, ia tanam lagi di bitcoin.
Malvin mulai bercerita awal ketertarikannya pada bitcoin dimulai awal 2017. Ia mendapat informasi bitcoin dari share link berita di akun facebooknya. Akun facebooknya memang mengikuti berbagai situs berita nasional dan internasional.

Dari situ,ia mulai melihat potensi bitcoin sebagai lahan investasi ketika lonjakan nilainya selalu naik. Sembari membaca berbagai berita, ia mulai berselancar mencari cara menanam investasi bitcoin.
Setelah mantap, ia pun mulai menabung. Ia memilih tidak jajan dan menabung uang saku harian dari orangtuanya sebesar Rp 25 ribu. Rupiah demi rupiah ia kumpulkan.
"Lalu, akhir November itu saya langsung investasi bitcoin dan dalam waktu sebentar dapat segitu tadi," cerita Malvin.

Tidak hanya itu, belum lama ini, ia juga mendapat untung karena kenaikan nilai bitcoin. Namun, keuntungannya yang kedua tidak menembus Rp 1 juta. Saat itulah,ia memilih merupiahkan investasi bitcoinnya.
Alasannya, saat ini bitcoin sangat fluktuatif. Ia menyebut, yang membuatnya khawatir ketika ada Bubble. Nilai bitcoin terus naik dan mendadak jatuh dengan nilai rendah.
Malvin lebih memilih untuk melihat pergerakan bitcoin sebelum kembali berinvestasi. Saat ini modalnya masih tersisa Rp 4 juta.

Dalam dunia bitcoin ada istilah menambang. Malvin pun mengetahui istilah itu dan tidak merasa tertarik. Sebab, modal untuk menambang bitcoin sangat besar dan tidak sesuai isi kantongnya.
Apa tidak takut ketika bitcoin dinyatakan bukan alat pembayaran resmi hingga investasi semu? Ia mengakui jika bitcoin bukan alat pembayaran yang sah dan memang selama ini jarang digunakan untuk jual beri barang.

Ia menganggap, bitcoin cocok untuk investasi dan menguntungkan bagi siswa sekolah sepertinya. Saat ini, ia tidak sendiri berinvestasi di bitcoin. Temannya ada yang mengikuti jejaknya.
"Tapi masih takut-takut orangnya," ujar warga Kota Tegal itu.

Bitcoin hanya satu dari banyak mata uang virtual mulai daei stellar lumens, waves, ripple, ethereum, IOTA, dan lainnya. Kawula muda lainnya yang menginvestasikan dananya di bitcoin ada Raka Radithia. Ia merupakan mahasiswa angkatan 2014 sebuah kampus swasta ternama di Kota Lunpia.
Sama seperti Malvin, Raka pun berinvestasi karena tergiur keuntungan yang bisa didapatkan dalam waktu singkat. Betapa tidak, dari waktu ke waktu, nilai tukar cryptoccurrency terhadap mata uang resmi terus merangkak naik.

Begadang 3 minggu
Berdasarkan data dihttps://vip.bitcoin.co.id, per tanggal 17 Desember 2017 pukul 07.52, harga satu keping bitcoin lebih dari Rp 264 juta. Tepatnya senilai Rp 264.502.000.
"Kenaikannya cukup drastis. Tahun lalu, nilai tukar satu bitcoin masih berada di kisaran Rp 17 juta - Rp 40 juta. Bulan lalu saja, baru di angka Rp 70 juta - Rp 80 juta," kata Raka, saat berbincang dengan Tribun Jateng.

Diceritakan, ia mulai mengenal bitcoin pada sekitar 2012 silam. Kala itu, pengetahuannya terkait bitcoin masih sangat terbatas. Lantaran penasaran, ia pun kemudian banyak membaca referensi soal bitcoin maupun jenis cryptocurrency lainnya, atau lazim disebut sebagai altcoins (alternatif coin).
Baru pada sekitar Juni 2017, Raka akhirnya memutuskan untuk turut bermain di perdagangan digital asset tersebut. Bukan sebagai penambang (miner), melainkan sebagai trader.

"Nilai cryptocurrency sangat fluktuatif. Saat saya memutuskan turut investasi di sini, satu bitcoin nilainya sekitar Rp 27 juta, tiga hari kemudian sudah tembus Rp 40 juta," ujarnya.

Dikatakan, bermain mata uang virtual ini layaknya trading saham. Harus jeli, kapan saat yang tepat membeli maupun menjual asset yang dimiliki.
"Cara transaksinya serupa lah, hampir sama," kata warga Kecamatan Candisari, Kota Semarang ini.
Saat awal mula terjun ke investasi ini, ia rela begadang hampir tiap malam, di depan layar komputer selama lebih dari tiga minggu. Selama tiga pekan itu, dalam sehari sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memelototi candlestick, guna menganalisa market dan pergerakan harga bitcoin.
"Tiap malam begadang, nanti selesai istirahat, bangun ya di depan komputer lagi. Wajar, masih pemula," ucapnya.
Kini, ia bisa lebih santai dalam memonitor pergerakan market cryptocurrency. Tak harus di depan layar komputer, bahkan ia kini lebih sering memantau market melalui layar smartphone miliknya.
"Dulu gampang panik, ada pergerakan sedikit langsung jual, sehingga kadang lebih banyak ruginya," tutur mahasiswa berambut gondrong ini.

Pernah suatu ketika, sambung dia, harga satu keping bitcoin terjun bebas dari Rp 70 juta, menukik ke kisaran Rp 30-an juta. Ia pun panik, dan menjual sebagian digital asset miliknya.
"Sekarang lebih santai dalam mengambil keputusan," ujarnya.
Diakui pula, lantaran fluktuatifitas digital asset ini sangat tinggi, sehingga risiko investasi di bidang ini juga tak kecil. Namun, ia yakin investasi ini masih cukup menjanjikan keuntungan dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya tak bisa bilang investasi di bidang ini cukup aman. Sebab, tak ada otoritas resmi yang bisa memberi garansi. Yang jelas, sampai saat ini grafik peminatnya terus naik, cukup banyak yang tertarik, sehingga saya nilai masih akan mendatangkan keuntungan," ujarnya.

Disampaikan, menurutnya, terjun ke perdagangan digital asset ini merupakan cara baru untuk berinvestasi. Terlebih, bagi generasi muda sepertinya, yang akrab dengan dunia teknologi yang serba digital.
"Generasi-generasi seperti saya ini kan pengennya investasi yang tak makan modal banyak, tapi bisa mendatangkan keuntungan cukup lumayan. Pengennya gak kerja lapangan yang harus punya disiplin waktu tinggi, tapi kerja yang bisa sekalian disambi yang waktunya fleksibel. Ya satu di antaranya adalah terjun ke perdagangan digital asset, ini investasi cara baru," papar dia.
Rp 10 Juta per bulan

Disinggung mengenai modal awal saat terjun ke investasi digital asset ini, menurut Raka, sebesar Rp 3 juta, yang berasal dari tabungannya. Dari modal sebesar itu, kini ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 3 juta-Rp 10 juta tiap bulannya. "Kalau lagi butuh uang ya dirupiahkan, sisanya ditrader kembali," ucap dia.
Ia pun kini tak lagi terpaku kepada bitcoin dalam trader. Melainkan, lebih meminati altcoins, yang dinilainya lebih menjanjikan keuntungan.

"Saat ini saya main di altcoins, yakni di stellar lumens, waves, dan ripple," ujar dia.
Meski demikian, ia masih terus memantau pergerakan bitcoin. Menurut dia, bagaimanapun bitcoin digunakan sebagai patokan untuk menganalisa harga cryptocurrency lainnya.
"Pengalaman saya, jika harga bitcoin naik maka altcon akan turun, pun sebaliknya jika bitcoin turun maka harga altcoin yang akan naik. Jadi, saya tetap gunakan bitcoin sebagai patokan," terangnya.
Di sisi lain, ia juga tak sepenuhnya melepas bitcoin. Ia mengaku berinvestasi di sebuah perusahaan penambangan (cloud mining) bitcoin di Islandia, senilai Rp 2 juta sebagai modal awal untuk membeli hashpower.

"Bisa dikatakan beli saham perusahaan penambang itu. Tiap sekitar 10 hari, saya mendapat bagian 0,002 bitcoin, yang akan dikirimkan ke wallet saya," tuturnya.
Menurut dia, investasi di perusahaan penambangan seperti itu lebih aman dan ringkas dibanding harus melakukan penambangan sendiri. Sebab, untuk menambang sendiri dibutuhkan komputer canggih dan software khusus bernama Aplications Specific Integrated Circuits Chips (ASIC).
"Dulu bisa gunakan komputer rumahan, sekarang tak bisa lagi. Selain itu, tingkat keberhasilan juga semakin kecil, sebab semakin banyak penambang tingkat kesulitan juga semakin tinggi," pungkasnya.
Di laman https: //vip.bitcoin.co.id, tertera peringatan bahwa perdagangan digital asset merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga digital asset sangat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu, bahkan dalam hitungan detik.
Untuk itu, diperlukan pertimbangan ekstra saat mengambil keputusan untuk membeli atau menjual digita asset.
Pantauan Tribun Jateng Minggu (17/12) di laman tersebut, pada sekitar pukul 07.52, harga satu keping bitcoin senilai Rp 264.502.000. Kurang dari dua jam kemudian, sekitar pukul 09.48, harga satu bitcoin turun menjadi Rp 262.052.000.(tim)

sumber :  http://jateng.tribunnews.com/2017/12/18/inspirasi-rela-tak-jajan-setahun-demi-bitcoin-bisa-jadi-lahan-investasi-baru-anak-muda-jateng

========================================================================
bitcoin login,bitcoin wallet,daftar bitcoin,cara menggunakan bitcoin,bitcoin free,apa itu bitcoin dan cara mendapatkannya,harga bitcoin,bitcoin mining,cryptocurrency indonesia,pengertian cryptocurrency,cryptocurrency market,daftar cryptocurrency,cryptocurrency list,cryptocurrency mining,cryptocurrency news,cryptocurrency bitcoin,ico bitcoin,pengertian ico,ico cryptocurrency,daftar coin ico,ico market,ico coin terbaik,ico coin indonesia,initial coin offering

Rabu, 13 Desember 2017

pengertian blockchain



sejarah blockchain

blockchain pertama kali diperkenalkan oleh bitcoin yang penemunya terkenal dengan nama :SATOSHI NAKAMOTO",tahun 2008. Namun, hingga sampai saat ini, pemilik nama tersebut masih misterius. Satoshi Nakamoto, diyakini banyak kalangan adalah sebuah nama samaran.

Blockchain dapat dikatakan sebagai jenis database baru setelah munculnya teknologi yang dikenal secara umum sebagai NoSQL database, meskipun pada praktiknya penggunaan blockchain sebagai DBMS (Database Management System) belum semudah atau sesederhana menggunakan RDBMS (Relational DBMS) atau NoSQL DBMS.

Pengertian Teknologi Blockchain

Arti kata BlockChain berasal dari Block dan Chain, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Chain (rantai) adalah pencatatan berantai yang unik dan merupakan alur dari seluruh tahapan yang konsisten dari sebuah item/transaksi. Block (kotak khusus) adalah sebuah tempat/batasan/area khusus untuk menampung seluruh perubahan item/transaksi yang terjadi selama chain process.

jadi blockchain dapat dikatakan sebagai sebuah database jenis baru dimana apabila dalam RDBMS data disimpan dalam bentuk kolom dan baris, pada blokchain data disimpan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu penulisan) dalam sebuah bundel (block) yang diberi identitas unik dimana setiap bundel baru harus menyertakan bundel pendahulunya, sehingga membentuk serangkaian bundel berikat (blockchain). Rangkaian ikatan ini yang menjadikan blockchain secara logis akan sulit diubah (tamper resistant), karena apabila satu blok diubah maka keseluruhan data menjadi tidak konsisten atau tidak valid.

Secara garis besar, terdapat 2 tipe blockchain, yaitu "UTXO" (Unspent Transaction Output) dan "state tree" . Bitcoin adalah salah satu yang menganut UTXO, sebuah block dapat menyimpan koin virtual yang belum dibelanjakan (unspent) dimana untuk menghitung saldo kepemilikan harus menelusuri block - block dengan UTXO yang valid (meskipun pada praktiknya saldo total telah disimpan di dalam memory untuk mempercepat proses) . Sedangkan Ethereum adalah salah satu yang menganut state tree, dimana perubahan state (variabel) disimpan dalam struktur pohon, pada tipe state tree, node dapat dengan cepat mengambil nilai terakhir dari suatu variabel (saldo misalnya) tanpa perlu menelusuri block - block sebelumnya.

BlockChain berperan sangat penting dalam menciptakan mata uang digital, sebagai contohnya adalah Bitcoin. Perkembangan Teknologi Blockchain dan Bitcoin di Indonesia sudah mulai pesat sejak tahun 2015.

Teknologi Blockchain sering disebut-sebut sebagai solusi terbaik untuk inefisiensi atau pemborosan di sektor keuangan, tetapi juga memiliki potensi untuk membuat dampak sosial positif yang lebih luas jika diterapkan oleh pemerintah.

Blockchain bersifat seperti sebuah buku besar dimana semua transaksi bersifat transparan dan bisa dicek oleh semua orang sehingga memastikan kredibilitasnya.

Kelebihan Teknologi Block Chain

1. Instan

Pengiriman data terjadi secara instan dan efisien.

2.aman

Semua transaksi dan penyimpanan data terjamin keamanannya karena tereplikasi (semua node / mesin memiliki data yang sama) di seluruh jaringan blockchain, atau dengan kata lain, tidak menggunakan pihak ketiga,Intinya, catatan transaksi-transaksi yang sudah terjadi, disimpan oleh banyak komputer yang tersebar di jaringan itu sendiri,sehingga untuk mengubah satu data maka si peretas juga harus mengubah data yang sama di semua komputer pengguna yang lain di saat yang sama. Hal ini sangat tidak mungkin untuk dilakukan.

3. memiliki Teknologi Peer-to-Peer

arti sebuah data (dapat berupa pesan, uang, atau informasi penting) dapat dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna yang lain tanpa bantuan pihak ketiga untuk memprosesnya. Dengan Blockchain, kita tidak lagi perlu lagi bergantung pada satu server karena seluruh transaksi tereplikasi ke seluruh jaringan sehingga terhindar dari berbagai bentuk penipuan karena data yang dimodifikasi, server down, atau akun yang diretas.

4. Open-source dan Transparan

Open source adalah suatu istilah yang digunakan untuk software (perangkat lunak) yang membuka atau membebaskan source codenya dapat dilihat oleh pengunanya, dan membiarkan penggunanya dapat melihat bagaimana cara kerja dari software tersebut, serta penggunanya juga dapat memperbaiki atau mengembangkan software tersebut menjadi lebih baik lagi.


5.Ter-desentralisasi / Tidak Terpusat

Desentralisasi merupakan karakteristik paling unik yang membedakan antara blockchain dengan teknologi database lainnya ,cyptocurrency adalah sistem yang tersebar, dimana tidak ada satu orang atau satu perusahaan yang mengontrolnya. Kode blockchain tidak terletak di sebuah server pusat yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan, tetapi tersebar di ribuan komputer di jaringan blockchain tersebut.Sampai saat ini, semua solusi blockchain menggunakan konsensus untuk mencapai desentralisasi dengan berbagai variasinya.

Konsensus dapat diartikan sebagai sebuah kesepakatan antara mesin - mesin (nodes) yang tergabung dalam satu ekosistem blockchain untuk menentukan data atau transaksi mana yang dianggap valid dan syah dan menjadikannya sebagai kebenaran bersama (single shared truth). Ada beberapa metode konsesus, diantarnya adalah Proof of Work (PoW), Proof of Stakes (PoS), Voting, dan Voting with Stakes dimana yang saat ini masih mendominasi adalah metode PoW yang dikenal dengan proses mining (menambang).

6. mempunyai Supply dan Tingkat Inflasi-nya Jelas (Datanya Tersedia)

Karena blockchain itu sifatnya transparan, kita bisa tahu secara tepat ada berapa banyak supply cryptocurrency tersebut dan ada berapa banyak yang akan dicetak di masa depan.

Mengapa Supply itu Penting?

Semua hal di dunia ini yang bisa dijual dan dibeli, mempunyai harga. Dan harga semua hal selalu bergantung dari supply dan demand (hukum permintaan dan penawaran).


7. Masa Depan yang cerah

Blockchain tidak akan menggantikan keberadaan database secara umum, namun untuk sistem transaksional, pelan tapi pasti blockchain akan segera menggantikan database tradisional. Pada prinsipnya, segala sistem yang melibatkan adanya kepemilikan aset, perpindahan aset dan melibatkan banyak pihak akan sangat potensial untuk digantikan dengan sistem blockchain. Saat ini sistem yang sedang dikembangkan diatas teknologi blockchain diantaranya adalah sistem mata uang, perbankan, supply chain, distribusi musik, rekam medis, identitas dan sebagainya.

8. hampir tidak mungkin untuk di hack

Untuk bisa meng-hack sebuah blockchain, anda harus mengontrol lebih dari setengah (>50%) kekuatan komputer yang ikut mengamankan jaringan blockchain tersebut (dikenal dengan nama penyerangan 51%).

Anda mungkin pernah mendengar bahwa sebuah blockchain pernah di-hack sebelumnya. Hack-hack ini umumnya terjadi pada sebuah exchanger (seperti Mt.Gox), dan smart contract yang memiliki kelemahan security (seperti The DAO) , jadi intinya yang di hack itu bukan pada blockchain tapi exchangernya.

Kekurangan dan Kelemahan

1.Inter Blockchain

Karena alasan tersebut, ketika bitcoin dirilis berbagai pihak menyebut bahwa blockchain adalah masa depan transaksi finansial, bahkan berbagai perusahaan finansial dan teknologi telah berinvestasi besar untuk mengembangkan solusi finansial berbasis blockchain. Namun demikian, dengan masing - masing pihak mengembangkan sendiri teknologi blockchain, kemungkinan terjadinya multi ekosistem tetap tidak dapat dihindari, karena itu di dalam komunitas beberapa pihak telah mengusulkan adanya protokol inter blockchain untuk menghubungkan antar ekosistem blockchain yang berbeda. Sayangnya sampai saat ini belum ada satu payung yang benar - benar dapat menyatukan perbedaan antara satu teknologi blockchain dengan yang lain.


2.Performa

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh teknologi blockchain dari kacamata teknologi database adalah rendahnya performa laju transaksi per detik yang dapat ditangani,contohnya bitcoin saat ini hanya mampu melayani 1 transaksi per detik, apabila dibandingkan dengan database mainstream, kecepatan in masih sangat jauh. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggabungkan teknologi pemrosesan database dengan penyimpanan blockchain, salah satunya adalah proyek bigchaindb,  mereka mengklaim dapat melakukan transkasi hingga 1juta transaksi per detik, namun demikian saat ini status proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan

3.Privasi

Masalah lain terkait dengan konsep blockchain adalah mengenai privasi, pada prinsipnya setiap node memiliki kopi-an data yang sama dengan node lainnya, artinya semua data dapat dilihat oleh semua node. Secara positif hal ini sangat mendorong transparasi, namun kekurangannya adalah ketiadaan privasi, untuk meminimalisir hal tersebut blockchain sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan data diluar perpindahan aset (transaksi), data - data seperti profil pengguna dan dokumen pendukungnya tidak disarankan untuk disimpan pada blockchain.

4.Immutable (Tak Bisa Dibatalkan)

Apapun yang sudah terjadi dan dikonfirmasi di blockchain, tidak bisa dibatalkan. Jadi jika anda telah membuat kesalahan dalam mentransfer dana anda ke alamat yang salah, berarti dana anda hilang.

Tentu saja ada kasus-kasus pengecualian di blockchain dimana sesuatu bisa dibatalkan. Contohnya terjadi pada Ethereum. Pada waktu itu, seorang (atau sekelompok) hacker mencuri dana Ether yang sangat besar dari project The DAO (15% dari semua Ether yang beredar). Para penemu dan developer Ethereum tidak membiarkan hal ini terjadi, dan membatalkan transaksi tersebut dengan sebuah hard fork yang membuahkan Ethereum versi baru. Tetapi versi lama Ethereum masih tetap di-maintain oleh beberapa pihak miner. Versi lama ini dikenal dengan nama "Ethereum Classic"

========================================================================
blockchain register,blockchain info,blockchain indonesia,daftar blockchain,blockchain logo,blockchain transaction,blockchain apk,blockchain miner pro