Rabu, 13 Desember 2017

pengertian blockchain



sejarah blockchain

blockchain pertama kali diperkenalkan oleh bitcoin yang penemunya terkenal dengan nama :SATOSHI NAKAMOTO",tahun 2008. Namun, hingga sampai saat ini, pemilik nama tersebut masih misterius. Satoshi Nakamoto, diyakini banyak kalangan adalah sebuah nama samaran.

Blockchain dapat dikatakan sebagai jenis database baru setelah munculnya teknologi yang dikenal secara umum sebagai NoSQL database, meskipun pada praktiknya penggunaan blockchain sebagai DBMS (Database Management System) belum semudah atau sesederhana menggunakan RDBMS (Relational DBMS) atau NoSQL DBMS.

Pengertian Teknologi Blockchain

Arti kata BlockChain berasal dari Block dan Chain, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Chain (rantai) adalah pencatatan berantai yang unik dan merupakan alur dari seluruh tahapan yang konsisten dari sebuah item/transaksi. Block (kotak khusus) adalah sebuah tempat/batasan/area khusus untuk menampung seluruh perubahan item/transaksi yang terjadi selama chain process.

jadi blockchain dapat dikatakan sebagai sebuah database jenis baru dimana apabila dalam RDBMS data disimpan dalam bentuk kolom dan baris, pada blokchain data disimpan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu penulisan) dalam sebuah bundel (block) yang diberi identitas unik dimana setiap bundel baru harus menyertakan bundel pendahulunya, sehingga membentuk serangkaian bundel berikat (blockchain). Rangkaian ikatan ini yang menjadikan blockchain secara logis akan sulit diubah (tamper resistant), karena apabila satu blok diubah maka keseluruhan data menjadi tidak konsisten atau tidak valid.

Secara garis besar, terdapat 2 tipe blockchain, yaitu "UTXO" (Unspent Transaction Output) dan "state tree" . Bitcoin adalah salah satu yang menganut UTXO, sebuah block dapat menyimpan koin virtual yang belum dibelanjakan (unspent) dimana untuk menghitung saldo kepemilikan harus menelusuri block - block dengan UTXO yang valid (meskipun pada praktiknya saldo total telah disimpan di dalam memory untuk mempercepat proses) . Sedangkan Ethereum adalah salah satu yang menganut state tree, dimana perubahan state (variabel) disimpan dalam struktur pohon, pada tipe state tree, node dapat dengan cepat mengambil nilai terakhir dari suatu variabel (saldo misalnya) tanpa perlu menelusuri block - block sebelumnya.

BlockChain berperan sangat penting dalam menciptakan mata uang digital, sebagai contohnya adalah Bitcoin. Perkembangan Teknologi Blockchain dan Bitcoin di Indonesia sudah mulai pesat sejak tahun 2015.

Teknologi Blockchain sering disebut-sebut sebagai solusi terbaik untuk inefisiensi atau pemborosan di sektor keuangan, tetapi juga memiliki potensi untuk membuat dampak sosial positif yang lebih luas jika diterapkan oleh pemerintah.

Blockchain bersifat seperti sebuah buku besar dimana semua transaksi bersifat transparan dan bisa dicek oleh semua orang sehingga memastikan kredibilitasnya.

Kelebihan Teknologi Block Chain

1. Instan

Pengiriman data terjadi secara instan dan efisien.

2.aman

Semua transaksi dan penyimpanan data terjamin keamanannya karena tereplikasi (semua node / mesin memiliki data yang sama) di seluruh jaringan blockchain, atau dengan kata lain, tidak menggunakan pihak ketiga,Intinya, catatan transaksi-transaksi yang sudah terjadi, disimpan oleh banyak komputer yang tersebar di jaringan itu sendiri,sehingga untuk mengubah satu data maka si peretas juga harus mengubah data yang sama di semua komputer pengguna yang lain di saat yang sama. Hal ini sangat tidak mungkin untuk dilakukan.

3. memiliki Teknologi Peer-to-Peer

arti sebuah data (dapat berupa pesan, uang, atau informasi penting) dapat dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna yang lain tanpa bantuan pihak ketiga untuk memprosesnya. Dengan Blockchain, kita tidak lagi perlu lagi bergantung pada satu server karena seluruh transaksi tereplikasi ke seluruh jaringan sehingga terhindar dari berbagai bentuk penipuan karena data yang dimodifikasi, server down, atau akun yang diretas.

4. Open-source dan Transparan

Open source adalah suatu istilah yang digunakan untuk software (perangkat lunak) yang membuka atau membebaskan source codenya dapat dilihat oleh pengunanya, dan membiarkan penggunanya dapat melihat bagaimana cara kerja dari software tersebut, serta penggunanya juga dapat memperbaiki atau mengembangkan software tersebut menjadi lebih baik lagi.


5.Ter-desentralisasi / Tidak Terpusat

Desentralisasi merupakan karakteristik paling unik yang membedakan antara blockchain dengan teknologi database lainnya ,cyptocurrency adalah sistem yang tersebar, dimana tidak ada satu orang atau satu perusahaan yang mengontrolnya. Kode blockchain tidak terletak di sebuah server pusat yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan, tetapi tersebar di ribuan komputer di jaringan blockchain tersebut.Sampai saat ini, semua solusi blockchain menggunakan konsensus untuk mencapai desentralisasi dengan berbagai variasinya.

Konsensus dapat diartikan sebagai sebuah kesepakatan antara mesin - mesin (nodes) yang tergabung dalam satu ekosistem blockchain untuk menentukan data atau transaksi mana yang dianggap valid dan syah dan menjadikannya sebagai kebenaran bersama (single shared truth). Ada beberapa metode konsesus, diantarnya adalah Proof of Work (PoW), Proof of Stakes (PoS), Voting, dan Voting with Stakes dimana yang saat ini masih mendominasi adalah metode PoW yang dikenal dengan proses mining (menambang).

6. mempunyai Supply dan Tingkat Inflasi-nya Jelas (Datanya Tersedia)

Karena blockchain itu sifatnya transparan, kita bisa tahu secara tepat ada berapa banyak supply cryptocurrency tersebut dan ada berapa banyak yang akan dicetak di masa depan.

Mengapa Supply itu Penting?

Semua hal di dunia ini yang bisa dijual dan dibeli, mempunyai harga. Dan harga semua hal selalu bergantung dari supply dan demand (hukum permintaan dan penawaran).


7. Masa Depan yang cerah

Blockchain tidak akan menggantikan keberadaan database secara umum, namun untuk sistem transaksional, pelan tapi pasti blockchain akan segera menggantikan database tradisional. Pada prinsipnya, segala sistem yang melibatkan adanya kepemilikan aset, perpindahan aset dan melibatkan banyak pihak akan sangat potensial untuk digantikan dengan sistem blockchain. Saat ini sistem yang sedang dikembangkan diatas teknologi blockchain diantaranya adalah sistem mata uang, perbankan, supply chain, distribusi musik, rekam medis, identitas dan sebagainya.

8. hampir tidak mungkin untuk di hack

Untuk bisa meng-hack sebuah blockchain, anda harus mengontrol lebih dari setengah (>50%) kekuatan komputer yang ikut mengamankan jaringan blockchain tersebut (dikenal dengan nama penyerangan 51%).

Anda mungkin pernah mendengar bahwa sebuah blockchain pernah di-hack sebelumnya. Hack-hack ini umumnya terjadi pada sebuah exchanger (seperti Mt.Gox), dan smart contract yang memiliki kelemahan security (seperti The DAO) , jadi intinya yang di hack itu bukan pada blockchain tapi exchangernya.

Kekurangan dan Kelemahan

1.Inter Blockchain

Karena alasan tersebut, ketika bitcoin dirilis berbagai pihak menyebut bahwa blockchain adalah masa depan transaksi finansial, bahkan berbagai perusahaan finansial dan teknologi telah berinvestasi besar untuk mengembangkan solusi finansial berbasis blockchain. Namun demikian, dengan masing - masing pihak mengembangkan sendiri teknologi blockchain, kemungkinan terjadinya multi ekosistem tetap tidak dapat dihindari, karena itu di dalam komunitas beberapa pihak telah mengusulkan adanya protokol inter blockchain untuk menghubungkan antar ekosistem blockchain yang berbeda. Sayangnya sampai saat ini belum ada satu payung yang benar - benar dapat menyatukan perbedaan antara satu teknologi blockchain dengan yang lain.


2.Performa

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh teknologi blockchain dari kacamata teknologi database adalah rendahnya performa laju transaksi per detik yang dapat ditangani,contohnya bitcoin saat ini hanya mampu melayani 1 transaksi per detik, apabila dibandingkan dengan database mainstream, kecepatan in masih sangat jauh. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggabungkan teknologi pemrosesan database dengan penyimpanan blockchain, salah satunya adalah proyek bigchaindb,  mereka mengklaim dapat melakukan transkasi hingga 1juta transaksi per detik, namun demikian saat ini status proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan

3.Privasi

Masalah lain terkait dengan konsep blockchain adalah mengenai privasi, pada prinsipnya setiap node memiliki kopi-an data yang sama dengan node lainnya, artinya semua data dapat dilihat oleh semua node. Secara positif hal ini sangat mendorong transparasi, namun kekurangannya adalah ketiadaan privasi, untuk meminimalisir hal tersebut blockchain sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan data diluar perpindahan aset (transaksi), data - data seperti profil pengguna dan dokumen pendukungnya tidak disarankan untuk disimpan pada blockchain.

4.Immutable (Tak Bisa Dibatalkan)

Apapun yang sudah terjadi dan dikonfirmasi di blockchain, tidak bisa dibatalkan. Jadi jika anda telah membuat kesalahan dalam mentransfer dana anda ke alamat yang salah, berarti dana anda hilang.

Tentu saja ada kasus-kasus pengecualian di blockchain dimana sesuatu bisa dibatalkan. Contohnya terjadi pada Ethereum. Pada waktu itu, seorang (atau sekelompok) hacker mencuri dana Ether yang sangat besar dari project The DAO (15% dari semua Ether yang beredar). Para penemu dan developer Ethereum tidak membiarkan hal ini terjadi, dan membatalkan transaksi tersebut dengan sebuah hard fork yang membuahkan Ethereum versi baru. Tetapi versi lama Ethereum masih tetap di-maintain oleh beberapa pihak miner. Versi lama ini dikenal dengan nama "Ethereum Classic"

========================================================================
blockchain register,blockchain info,blockchain indonesia,daftar blockchain,blockchain logo,blockchain transaction,blockchain apk,blockchain miner pro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar