Jumat, 19 Januari 2018

telegram akan membuat cryptocurrency tercanggih di dunia dan menjadi penjualan token yang paling ambisius yang pernah ada



Telegram adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna atau user untuk mengirimkan pesan rahasia atau Secret Chat yang di enkripsi end-to-end sebagai keamanan tambahan. Dengan menggunakan telegram, anda bisa mengirim dokumen seperti word, excell, PDF dan lainnya tanpa menetapkan besarnya ukuran file yang di kirimkan, serta Anda juga bisa mengirimkan lokasi anda dengan mudah.

aplikasi pesan Telegram, yang sangat populer di kalangan penggemar kripto karena fitur enkripsi dan privasi yang kuat, akan meluncurkan platform blockchain dan Criptocurrency sendiri,yang dinamakan Grams. 

Lewat penawaran koin perdana ini, Telegram memperkirakan akan mengumpulkan Rp15,9 triliun (US$1,2 miliar). Telegram memperkirakan koin miliknya akan masuk bursa pada 2019. 

Pelepasan koin perdana ini rencananya akan dilakukan secara tertutup pada Februari dan dijual untuk umum pada Maret. Dari masing-masing penawaran tersebut Telegram berharap bisa mendapat penjualan
sebanyak USD 500 hingga USD 600 juta akan digunakan dalam fase pre-sale selama setahun, sementara USD 600 hingga USD 700 juta akan ditawarkan untuk publik. Rencananya, telegram akan menggunakan Simple Agreement for Futures Tokens (SAFT), yang dimana uang diperoleh dari investor yang terakreditasi sebelum jaringan dibangun. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari undang – undang sekuritas. Namun, token yang dijual kepada investor SAFT masih bisa dijual kembali kepada konsumen.

Telegram menyebut bahwa koin digital mereka akan menyelesaikan masalah yang tak bisa dipecahkan oleh Bitcoin dan Etherum. 

"Bitcoin telah menempatkan diri sebagai emas digital dan etherum terbukti menjadi platform yang efisien untuk layanan crowdsales," seperti tertulis dalam dokumen Telegram yang dilihat Business Insider. Crowdsales sendiri adalah layanan pengumpulan dana secara kolektif untuk proyek tertentu.

Namun kelemahannya, kedua uang digital itu tak punya standar untuk melakukan transaksi sehari-hari. Sebagai contoh, penjualan KFC di Kanada yang bisa menggunakan bitcoin tidak efektif. Sebab, dibutuhkan 100 menit hingga transaksi dinyatakan berhasil. 

Telegram berambisi agar sistem blockchain mereka, TON, bisa menjadi alternatif VISA/Mastercard di era ekonomi desentralisasi. 

Dengan total pendapatan mencapai Rp15,9 triliun, ini akan jadi penjualan token terbesar didunia. 

Sebelumnya, rekor pendapatan dari penjualan koin perdana dipegang oleh Filecoin pada September lalu. Saat itu, layanan penyedia penyimpan awan ini mengumpulkan Rp3,4 triliun (US$257 juta). 

Telegram menyebut bahwa 80 persen dari uang yang terkumpul ini akan digunakan untuk membangun ekosistem TON. 

"Digunakan untuk peralatan, bandwidth, co-location, dan biaya verifikasi pengguna," jelas isi dokumen tersebut. "Sisanya digunakan untuk gaji, kantor, dan layanan konsultasi hukum."

Grams akan berjalan diatas platform blockchain Telegram, TON (Telegram Open Network). Telegram berencana untuk menyaingi popularitas bitcoin dan etherum, dua cryptocurrency yang sudah lebih dulu eksis. 

Metode penggalangan dananya dengan menukar koin mereka sendiri dengan imbalan bitcoin atau ether sudah dimulai tahun lalu. Saat itu, tujuh perusahaan mendapat lebih dari US$100 juta dengan metode ini. Analis independen NEXT memperkirakan dana yang telah dikumpulkan dari ICO sekitar US$ 4 miliar. (eks)

sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180116051956-185-269153/telegram-akan-keluarkan-uang-digital-serupa-bitcoin

========================================================================

cryptocurrency list,daftar cryptocurrency,cryptocurrency indonesia,cryptocurrency market,cryptocurrency exchange,pengertian cryptocurrency,cryptocurrency news,cryptocurrency calculator,telegram download,telegram messenger,instal telegramdownload telegram or pc,login telegram,download telegram gratis,telegram sign up,telegram apk,free token ico,coin ico terbaik,ico coin indonesia,ico coin list,daftar coin ico,hextracoin,ucoincash,coinmarketcap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar